OTT di Sulsel, KPK Tetapkan NA dan Dua Lainnya Sebagai Tersangka

Agresif.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 3 tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“KPK meyakini menetapkan tiga orang tersangka  yaitu NA, ER dan AS,” ungkap Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers KPK terkait OTT di Sulsel, dini hari tadi, Minggu, (28/2/2021).

NA yang merupakan Gubernur Sulsel dan ER, sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sementara AS, Direktur PT APB ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

“Terkait dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara atau para pihak yang yang mewakilinya terkait dengan pengadaan barang/jasa, perizinan, pembangunan infrastruktur di Sulsel pada 2020-2021,” kata Firli.

NA dan ER dijerat Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara AS dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

NA ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur, ER ditahan di rutan Cabang KPK pada Kavling C1, dan AS ditahan di rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih.

Sebelum ditahan, mereka akan menjalani isolasi mandiri di Rutan Kavling C1 KPK. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi masuknya covid-19 ke dalam rutan.

Penetapan tersangka dilakukan setelah KPK memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, dan mengorek keterangan tersangka.

Sebelumnya, KPK megamankan 6 orang di 3 tempat berbeda dalam OTT di Sulsel, berikut uang sejumlah Rp.2 milliar, pada hari Jumat, 26 Februari 2021.

Berikut konferensi pers KPK secara lengkap terkait OTT di Sulsel: Live Konpers Operasi Tangkap Tangan Gubernur Sulawesi Selatan

Advertisements