Darwis Moridu, Iwan Adam dan Hais Nusi Tambah Kekuatan Partai NasDem Gorontalo

Agresif.id, Gorontalo – Kekuatan Partai NasDem Gorontalo dalam menghadapi perhelatan politik di Pemilu 2024 terus bertambah.

Betapa tidak, partai besutan Surya Paloh itu, di Gorontalo ketambahan kader yang dibilang potensial, memiliki konstituen yang jelas sampai ke akar-rumput.

Ya, siapa yang tak kenal Darwis Moridu, figur yang cukup kontroversial itu jadi salah satu dari kader yang resmi bergabung dalam arus besar restorasi perubahan Indonesia.

Bergabungnya bupati Boalemo non-aktif itu tentu saja bisa mendongkrat perolehan suara Partai NasDem di kabupaten Boalemo yang masih dibawah target pada Pileg 2019.

Selain mantan politisi PDIP itu, ada nama Iwan Adam yang disematkan kemeja biru navy berlogo NasDem oleh Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sulawesi DPP Partai NasDem Rachmat Gobel saat penutupan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Gorontalo di Maqna Hotel, kota Gorontalo, Kamis (1/4/2021).

Iwan Adam memang sejak gelaran Pilkada serentak 2020 terlihat begitu dekat dengan Partai NasDem. Bahkan ketika tak diusung Partai Golkar, partainya kala itu, untuk maju di Pilkada kabupaten Pohuwato, NasDem meski tak memiliki kursi di parlemen yang justru memberikan dukungan penuh bersama partai koalisi lainnya saat itu.

Sejak itu mantan Anggota DPRD Pohuwato itu terus menjalin komunikasi politiknya bersama NasDem.

Dengan bergabungnya Iwan Adam, diharapkan menjadi figur yang nantinya membawa Partai NasDem jadi partai besar di kabupaten Pohuwato.

Nama yang tak kalah populer dari kedua figur tersebut adalah Hais Nusi. Mantan Anggota DPRD kota Gorontalo dari fraksi Golkar itu memilih bergabung bersama partai yang memiliki tagline bersatu, berjuang, menang ini.

Hais Nusi menambah deretan nama tokoh partai itu yang dipersiapkan pada Pemilu 2024 nanti.

Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo Hamim Pou mengatakan, Partai Nasdem merupakan partai yang terbuka untuk semua orang yang ingin bergabung.

Bupati Bone Bolango itu mengatakan Partai yang dipimpinnya itu tidak pernah mengambil para kader yang masih berstatus sebagai anggota di partai lain.

“Mereka yang bergabung menjadi kader Partai Nasdem. Datang dengan suka rela dengan tujuan melakukan pembangunan dan perubahan,” pungkas Hamim.

Advertisements